Kupang, EASTNUSATENGGARA.ID – Semangat mempromosikan Nusa Tenggara Timur (NTT) sebagai destinasi pariwisata unggulan tidak dapat dipisahkan dari kesadaran akan posisi geografisnya yang rawan terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Perubahan cuaca ini dapat berdampak signifikan pada aktivitas pariwisata, kebudayaan, dan ekonomi kreatif di wilayah tersebut. Sayangnya, literasi masyarakat terhadap informasi cuaca masih belum maksimal, sehingga diperlukan upaya kolaboratif untuk meningkatkan pemahaman dan akses informasi cuaca yang akurat.

Menyadari hal ini, eastnusatenggara.id berinisiatif menjalin kerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) NTT. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan literasi masyarakat sekaligus memperluas akses informasi cuaca yang disediakan oleh BMKG NTT. Melalui kerja sama ini, diharapkan masyarakat NTT dapat lebih siap menghadapi perubahan cuaca ekstrem dan meminimalisir dampaknya terhadap sektor pariwisata, ekonomi kreatif, serta aktivitas sehari-hari.
Menurut eastnusatenggara.id, akses terhadap informasi publik, termasuk informasi cuaca, adalah hak masyarakat NTT dan menjadi tanggung jawab bersama untuk memastikan informasi tersebut dapat diakses dengan mudah dan dipahami oleh semua kalangan.

Dalam rangka mewujudkan tujuan tersebut, tim eastnusatenggara.id yang terdiri dari Edri Sengaji dan Markus Eli Manafe telah melakukan audiensi dengan Kepala Koordinator BMKG NTT, Arief Tyastama, S.Si, M.Si. Pertemuan ini bertujuan untuk konsultasi dan membahas beberapa hal penting, antara lain:
- Membangun kesadaran akan pentingnya informasi BMKG bagi pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan traveler, sehingga dapat dilakukan mitigasi dini terhadap potensi dampak cuaca ekstrem.
- Membangun kerja sama diseminasi informasi BMKG melalui platform eastnusatenggara.id, sehingga informasi cuaca dapat lebih mudah diakses oleh masyarakat NTT.
Kolaborasi ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mewujudkan smart tourism di NTT, di mana informasi cuaca yang akurat dan tepat waktu dapat menjadi dasar pengambilan keputusan bagi pelaku pariwisata, traveler, dan masyarakat umum.
Dengan demikian, NTT tidak hanya menjadi destinasi pariwisata yang indah, tetapi juga aman dan berkelanjutan.




