Oleh Nur Fahrin Saputra MT
Pantai puru merupakan salah satu destinasi wisata pantai yang memiliki keindahan alam yang sangat indah dan eksotis. Pantai ini terdapat di Desa Merbaun, Kecamatan Amarasi Barat, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Aku ingin bercerita mengenai keindahan pantai ini. Kemarin Hari Sabtu, 21 Agustus 2021, Kami melakukan perjalanan ke pantai puru, perjalanan ini kami lakukan untuk menelusuk dan mengeksplor keindahan pantai yang ada di pulau timor salah satunya pantai ini. Kami yang tergabung dari Mahasiswa Pecinta Alam (MAPALA) Univ. Muhammadiyah Kupang, Anak2 Organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah dan komunitas pecinta alam lainnya seperti Back Packer, dan lainnya melakukan perjalanan menuju lokasi pantai puru tersebut.
Titik kumpul kami bermula di Sekretariat IMM yang berlokasi di Kel. Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang. Kami pun berangkat tepat pukul 15.45 WITA menggunakan kendaraan roda dua (motor) menuju lokasi pantai puru. Dimana perjalanan kami ini melalui jalur sikumana. Untuk lebih tepatnya teman-teman bisa menggunakan google maps agar lebih jelas. Saya hanya menjelaskan secara umum.
Perjalanan yang kami lalui memakan waktu kurang lebih 2 Jam. Perjalanan dri pusat kota menuju pantai aman-aman saja. Jalannya mulus dan lancar. Tapi untuk menuju lokasi pantai puru kami harus melewati jalanan yang berlubang, bebatuan, dan batuan karang, lumayan capek dan melelahkan guys. Kalau diperkirakan jalanan parah ini sepanjang 2 KM. Bisa dibayangkan seperti apa perjalanannya. Saya ajah sampai lelah dan capek.
Namun, setelah melewati perjalanan yang panjang dan melelahkan, kami pun tiba di pantai puru pada jam 17.23 WITA. Ketika sampai dilokasi kami langsung disapa oleh salah seorang warga dimana beliau adalah penjaga pantai ini. Beliau menyampaikan beberapa hal baik tiket masuk, aturan dan larangan yang patut kami patuhi. Pertama kami harus membayar tiket masuknya dengan menghitung permotor Rp. 2.000 bukan perorang yah guys sama membayar uang Lopo Rp. 40.000. Kalau kami mau nginap disini atau membangun tenda, harus tetap menjaga kebersihan, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak boleh membuat api unggun dekat pohon-pohon bidara yang kering takutnya bisa menimbulkan kebakaran. Nah itu dia peraturan2 yang beliau sampaikan kepada kami. Tidak susah-susah amat kok, hehe.


Okey itu dia cerita seputar peraturan dan hal yang patut di jalani sebagai wisatawan disini. Mengingat masih dalam kondisi pandemic dan PPKM, kami tetap mematuhi protokol kesehatan yah guys, memakai masker, membawa hand sanitizer dan tidak membuat kerumunan yah guys hehe. Oh iyah disini tersedia beberapa lopo yah untuk temen-teman bisa santai-santai. Toiletnya juga ada yah, tapi airnya tida ada karena dinamonya lagi rusak. Jadi kalian harus menyiapkan air sendiri atau mengambil air dari pantai yah, hehe.

Kamipun bergegas menyimpan barang-barang dan perlengkapan tenda. Makanan dan minuman untuk persiapan makan malam. Sebelum membangun tenda, aku tidak melewatkan kesempatan untuk menikmati pemandangan alam pantainya. Suguhan pemandangan pantai ini seketika rasa lelah dan capek terbayar lunas. Masya Allah sungguh indah ciptaanmu Ya Allah. Ketika sampai di pantai ini, sayangnya kami tidak dapat menikmati sunset. Tapi tidak apa-apa, keindahan dan pantainya sungguh luar biasa.


(Foto Pantai Puru Saat Sore Hari Menjelang Malam)
Itu adalah pemandangan pantainya yah guys, karena telat datang, yah tidak dapat menikmati sunset tapi pemandangannya tetap indah kok. Ini baru pemandangan pantainya saat sore hari dan menjelang malam yah. Kalau pagi harinya pasti sangat indah.
Malamnya kami santai-santai sejenak, duduk melingkar diantara kobaran api unggun, Untuk menghangatkan badan kami sambil menikmati kopi dan makan malam. Setelah itu kami asyik bercerita dan bermain game. Wah seru banget pokoknya. Kami bercerita sampai jam 22.00 WITA. Setelah itu akupun beristirahat dan berbaring diatas hamook yang sudah digantung diantara pepohonan. Sungguh nikmat dan lega sekali, sungguh rasa capek ini seakan2 telah hilang.

(Ini Foto Kami Duduk melinggar diantara api unggun)
Okey, Lanjutnya pagi hari, pemandangannya sungguh tak kalah indah saat sore hari. Okey langsung saja yah aku perlihatkan fotonya, Semoga teman2 suka dengan hasil jepretanku, maaf bukan fotografer dan foto hanya menggunakan HP Vivo Y 21 2021.


(Foto tempat kami membangun tenda sekitar pantai puru)
Foto diatas adalah tempat kami membangun tenda di sekitar pantai puru, disaat membangun tenda kami tetap selalu menjaga kebersihan lo guys. Tidak lupa juga saat membuat api, kami berusaha menjauh dari pohon-pohon ini agar tidak menimbulkan kebakaran, ini merupakan peraturan yang harus kalian taati ketika berwisata ke tempat ini. Kami memasang hamook dan beberapa tenda di antara beberapa pepohonan biar adem. Ketika kalian mencoba tidur diatas hamook yang digantung ini suasananya sungguh adem banget guys. Sambil memainkan gitar dan mendengar desiran ombak, hmm rasanya pengen berlama-lama disini, hehe.
Selanjutnya aku perlihatkan hasil foto pantai puru saat pagi hari, Masya Allah sungguh indah sekali ciptaanmu Ya Allah.



(Foto Pantai Puru Saat Pagi Hari)
Setelah puas foto di pantai, kamipun bergegas membereskan barang-barang. Tidak lupa kami memungut sampahnya dan dibuang ditempat sampah biar pantainya tetap bersih dan terjaga kelestariannya. Kamipun bersiap untuk pulang guys, Pokoknya hari itu pengalaman yang sangat menyenangkan.
Akhirnya kami pun pulang dan jalan dari sini pada pukul 09.00 WITA dari lokasi Pantai puru menuju Penginapan Kami Sekretariat IMM di Kayu Putih, Oebobo, Kota Kupang.
Agar lebih puas dan untuk lebih lengkapnya teman-teman bisa nonton di link youtube ini yah, Terima Kasih
Terima kasih pengalaman yang luar biasa kali ini, pelajaran yang aku dapatkan ketika berwisata ke tempat ini adalah kita sebagai masyarakat yang baik harus tetap melestarikan lingkungan sekitar terutama destinasi wisata yang sangat indah dan eksotis ini. Sebagai generasi muda, kita harus memberikan contoh yang baik yakni dengan menjaga kebersihan destinasi wisata, tidak membuang sampah sembarangan demi menjaga ekosistem pantainya. Terakhir dari aku, jangan lupa untuk terus mengeksplor wisata-wisata yang ada di sekitar kita, dengan mengupload di sosial media, perkenalkan wisata kepada kepada wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan asli daerah wilayah tersebut pada khususnya dan Pendapatan Asli Daerah Provinsi kita tentunya Nusa Tenggara Timur. Selamat berwisata teman-teman semua, tetap stay safe ya.




