Lepas Gerah Waingapu di Pandjilu Watu

Bulan oktober adalah puncak musim kemarau di Nusa Tenggara Timur, tidak terkecuali di Waingapu, Ibu Kota Kabupaten Sumba Timur. Bagi anda yang akan berkunjung ke Waingapu saat musim kemarau, perlu di informasikan bahwa di siang hari suhu rata-rata bisa mencapai 33 C. Hal inilah yang memacu saya untuk mencari kesegaran alam di sekitar Kota Waingapu.

Untuk melepas gerah ini, beberapa teman saya merekomendasikan sebuah kolam alam yang bernama Kolam Pandjilu Watu. 

Lokasi Wisata Kolam Pandjilu Watu

Lokasi Wisata Kolam Pandjilu Watu

Tidak dapat dipungkiri, Sumba Timur memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Hampir di setiap kecamatan mempunyai objek andalannya masing-masing. Salah satunya adalah di Kecamatan Lewa Tidahu, yang berjarak sekitar 79 Km ke arah barat daya ibu kota Kabupaten Sumba Timur, Kota Waingapu.  Potensi pariwisata alam di tempat ini antara lain, Air terjun Kambata Jurang di Desa Lai Hawu, Air terjun Laikering di Desa Bidi Praing, Pantai Mondu Lambi di Desa Mondu Lambi dan Air terjun Kolam Pandjilu Watu atau lebih dikenal dengan sebutan Kolam Jodoh yang terletak di Desa Umamanu.

Pada musim kemarau seperti ini, walau debit airnya relatif lebih kecil, tetapi kolam alam serta beberapa air terjun kecil berundak-undak tetap menujukan pesonanya. Letaknya yang berada di tengah hutan membuat hawa udara di tempat ini sangat segar, ditambah lagi dengan kicauan burung dan bunyi air yang meneduhkan hati. Berada di sini, kita akan langsung melupakan gerahnya Kota Waingapu.

Kolam Pandjilu Watu

Akses ke destinasi ini

Cukup mudah untuk menjangkau tempat ini. Setelah sekitar dua setengah jam menempuh perjalanan dari Waingapu ke pusat kecamatan, kita hanya butuh sekitar tiga puluh menit lagi untuk sampai di tempat ini. Perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan motor atau kendaraan roda empat, namun untuk kenyamanan, jika ingin menggunakan kendaraan roda empat maka disarankan untuk menggunakan kendaraan yang berpenggerak 4×4 agar bisa lebih dekat ke lokasi.

Dari tempat parkir kendaraan, kita akan berjalan kaki sekitar 500 meter melewati persawahan milik warga. Memasuki hutan yang juga ditumbuhi pohon-pohon kemiri, kita akan di sambut bunyi air dan kicauan burung.

Harga Tiket Kolam Pandjilu Watu

Harga Tiket masuk dan fasilitas

Dengan Rp. 5.000 kita sudah dapat menikmati keindahan alam ini, tentunya ada juga tambahan untuk biaya parkir kendaraan. Dengan keindahan alam dan airnya yang segar, nominal biaya karcis seperti itu relatif sangat bersahabat.

Perlu diketahui bahwa objek wisata ini masih sangat alami sehingga tidak ada fasilitas khusus seperti toilet, tempat ganti, warung makan dan tempat sampah. Jadi bagi anda yang ingin berkunjung ke sini, ingatlah untuk membawa bekal dan yang paling penting adalah “bawa pulang sampah anda”.

Hal yang dapat kamu lakukan di Kolam Pandjilu Watu

Hal yang dapat dilakukan

Sebagai wisatawan, anda dapat menikmati kesegaran air terjun yang mengalir dari celah bebatuan, serta berenang di kolam alam ini. Bagi yang tidak bisa berenang, anda dapat memilih kolam anda sendiri, karena di tempat ini ada bebebrapa susunan kolam dengan kedalaman yang bervariasi.

Bagi pencinta fotografi, tempat ini juga menawarkan banyak spot untuk memenuhi hasrat visual anda. Penggunaan teknik slow speed dapat digunakan untuk lebih mendramatisir keindahan aliran air di tempat ini.

Di dekat kolam ada sedikit tanah lapang yang dapat digunakan untuk menggelar tikar untuk bersantai dan makan-makan. Area ini juga dapat digunakan sebagai tempat membakar ayam atau ikan sebagai menu makan anda. Namun tentunya perlu diperhatikan sampah dan memastikan agar bara api yang digunakan haruslah benar-benar padam saat meninggalkan lokasi.

Demikianlah penjelasan singkat tentang informasi wisata di Kolam Pandjilu Watu atau yang sering disebut Kolam Jodoh. Tak bosan saya ingatkan kita semua yang ingin melepas gerah di tempat ini agar tetap menjaga kebersihan dan keasriannya.

Adhyt Sa nongrong di Kolam Pandjilu Watu

Share your love